Bawaslu Kabupaten Sigi Gelar Sosialisasi Kepemiluan dan Pengawasan Partisipatif Bagi Penyandang Disabilitas di SLB Negeri Porame
|
Sigi – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sigi terus memperkuat pendidikan demokrasi yang inklusif melalui kegiatan Sosialisasi Kepemiluan dan Pengawasan Partisipatif bagi Penyandang Disabilitas yang dilaksanakan di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Porame, Desa Porame, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi, Rabu (13/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Plt Ketua Bawaslu Kabupaten Sigi, Steny Mariny Pettalolo, bersama Anggota Bawaslu Kabupaten Sigi, Hisbullah Al Barzanji dan Hairil. Turut hadir Kepala Sekolah SLB Negeri Porame, dewan guru, para siswa-siswi SLB, serta jajaran staf Bawaslu Kabupaten Sigi.
Dalam suasana penuh keakraban dan semangat kebersamaan, kegiatan ini menjadi ruang edukasi demokrasi yang menekankan pentingnya keterlibatan seluruh warga negara, termasuk penyandang disabilitas, dalam proses demokrasi dan pengawasan pemilu.
Plt Ketua Bawaslu Kabupaten Sigi, Steny Mariny Pettalolo, dalam sambutannya menyampaikan bahwa setiap warga negara memiliki hak politik yang sama tanpa terkecuali. Menurutnya, penyandang disabilitas bukan hanya objek dalam proses demokrasi, tetapi juga subjek penting yang memiliki hak untuk memilih, menyampaikan aspirasi, serta ikut mengawasi jalannya pemilu.
“Demokrasi yang baik adalah demokrasi yang mampu menghadirkan ruang partisipasi bagi semua kalangan. Kehadiran kami di SLB Negeri Porame menjadi bentuk komitmen Bawaslu Sigi untuk memastikan bahwa pendidikan politik dan pengawasan partisipatif dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.
Anggota Bawaslu Kabupaten Sigi, Hisbullah, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa pendidikan demokrasi perlu ditanamkan sejak dini kepada seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang maupun kondisi fisik.
“Kami ingin memastikan bahwa semangat demokrasi dapat dirasakan oleh semua kalangan. Penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk terlibat, menyampaikan pendapat, serta ikut menjaga kualitas demokrasi melalui pengawasan partisipatif,” kata Hisbullah.
Sementara itu, Anggota Bawaslu Kabupaten Sigi, Hairil, menegaskan bahwa nilai demokrasi harus dibangun dengan semangat kesetaraan dan kepedulian terhadap seluruh kelompok masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.
“Adik-adik di SLB ini memiliki hak yang sama dalam demokrasi. Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan semangat untuk berani berpartisipasi, memahami hak politik, serta menjadi bagian dari pengawasan partisipatif demi menjaga pemilu yang jujur dan berintegritas,” ungkap Hairil.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan dialog dan penyampaian materi yang disesuaikan secara komunikatif agar mudah dipahami para peserta. Para siswa terlihat antusias mengikuti jalannya kegiatan, didampingi para guru dan tenaga pendidik.
Kepala Sekolah SLB Negeri Porame menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian Bawaslu Kabupaten Sigi terhadap pendidikan demokrasi bagi penyandang disabilitas. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan motivasi dan pengetahuan baru bagi para siswa mengenai hak-hak politik dan pentingnya berpartisipasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Sigi berharap semangat demokrasi inklusif dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, serta mendorong terciptanya pemilu yang lebih partisipatif, adil, dan ramah bagi seluruh warga negara tanpa diskriminasi.
Penulis dan Foto: A.A.Lasenggo