Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Sulteng Perkuat Kapasitas Fasilitator P2P Demi Wujudkan Pengawasan Partisipatif Berkualitas

,

Sigi — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Tengah terus memperkuat kualitas pengawasan partisipatif melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia di jajaran pengawasan. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Rapat Teknis Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) dan Training of Fasilitator P2P yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting, Kamis (07/05/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Anggota Bawaslu Provinsi Sulawesi Tengah, Dewi Tisnawaty, dan diikuti oleh jajaran Sekretariat Bawaslu Provinsi Sulawesi Tengah Bidang Pengawasan, Koordinator Divisi Pencegahan Bawaslu Kabupaten/Kota, kepala subbagian pengawasan, serta staf pengawasan se-Sulawesi Tengah. Dari Bawaslu Kabupaten Sigi, kegiatan ini turut diikuti oleh Kepala Subbagian Pengawasan bersama staf pengawasan sebagai bentuk kesiapan daerah dalam mendukung pelaksanaan program Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P).

Dalam arahannya, Dewi Tisnawaty menegaskan bahwa fasilitator memiliki posisi strategis dalam membangun budaya demokrasi yang partisipatif di tengah masyarakat. Menurutnya, keberhasilan program P2P tidak hanya ditentukan oleh materi yang disampaikan, tetapi juga oleh kemampuan fasilitator dalam membangun komunikasi yang efektif dan menciptakan ruang pembelajaran yang aktif serta inklusif.

“Fasilitator bukan hanya bertugas menyampaikan materi, tetapi harus mampu menjadi penggerak partisipasi masyarakat. Seorang fasilitator dituntut mampu membangun suasana belajar yang hidup, mendorong peserta aktif berdiskusi, sekaligus menjembatani berbagai gagasan dan pengalaman yang muncul dalam forum,” ujar Dewi.

Ia menambahkan, kemampuan komunikasi publik, teknik fasilitasi, pengelolaan forum, hingga rasa percaya diri menjadi kompetensi dasar yang harus dimiliki setiap fasilitator. Hal tersebut dinilai penting agar proses pendidikan pengawasan partisipatif dapat berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesadaran demokrasi masyarakat.

Selain sebagai ruang peningkatan kapasitas, kegiatan Training of Fasilitator ini juga menjadi wadah penguatan jejaring antarjajaran pengawas di daerah. Melalui forum tersebut, peserta tidak hanya memperoleh penguatan materi, tetapi juga saling berbagi pengalaman, strategi, serta pendekatan dalam membangun partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu.

Selain itu, Dewy berharap seluruh jajaran komisioner, kepala subbagian, serta staf pengawasan tetap aktif mengikuti kegiatan penguatan kapasitas yang dilaksanakan, termasuk pembekalan fasilitator Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P). Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya pengawasan di daerah.

Suasana diskusi berlangsung aktif dengan berbagai masukan dan pandangan dari peserta terkait metode pembelajaran partisipatif, strategi penyampaian materi, hingga tantangan pelaksanaan P2P di daerah masing-masing. Bawaslu Provinsi Sulawesi Tengah berharap kegiatan ini mampu melahirkan fasilitator-fasilitator yang profesional, komunikatif, dan inspiratif dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengawasan partisipatif.

Melalui penguatan kapasitas fasilitator ini, Bawaslu Sulawesi Tengah menegaskan komitmennya untuk terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam mengawal setiap tahapan demokrasi, demi mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas di Sulawesi Tengah.

Penulis dan Foto : A.A.Lasenggo