Orientasi PPPK Bawaslu Se-Sulawesi Tengah Kelas B Ditutup, Perkuat ASN Berintegritas Berlandaskan Nilai BerAKHLAK
|
SIGI – Komitmen membangun Aparatur Sipil Negara (ASN) yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik terus diperkuat Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu). Komitmen tersebut tercermin dalam penutupan Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Bawaslu Se-Sulawesi Tengah Kelas B Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Pusat Penelitian, Pengembangan, Pendidikan dan Pelatihan (Puslitbangdiklat) Bawaslu Republik Indonesia melalui Sekretariat Bawaslu Provinsi Sulawesi Tengah.Senin,(13/7/2026)
Selama tujuh hari pelaksanaan, sebanyak 63 peserta mengikuti berbagai rangkaian pembelajaran yang dirancang untuk memperkuat kompetensi teknis maupun karakter sebagai aparatur negara. Selain mendapatkan materi mengenai tugas dan fungsi kelembagaan, peserta juga dibekali pemahaman tentang nilai-nilai dasar ASN, budaya kerja, etika pelayanan publik, serta penguatan integritas sebagai fondasi dalam melaksanakan tugas pengawasan pemilu dan pemilihan.
Mengawali rangkaian penutupan, Kepala Bagian Pengawasan dan Hubungan Antarlembaga (Hubal) Bawaslu Provinsi Sulawesi Tengah, Syarifuddin Ishak, menekankan pentingnya membangun karakter ASN yang berlandaskan nilai-nilai BerAKHLAK sebagai core values Aparatur Sipil Negara.
Menurutnya, nilai BerAKHLAK tidak boleh berhenti sebagai slogan, tetapi harus diwujudkan dalam perilaku dan budaya kerja setiap aparatur di lingkungan Bawaslu.
"Nilai BerAKHLAK harus menjadi identitas setiap ASN Bawaslu. Profesionalisme, loyalitas, kemampuan beradaptasi, hingga semangat kolaborasi merupakan modal utama dalam membangun birokrasi yang semakin dipercaya masyarakat. Nilai-nilai tersebut harus terus dijaga dan diimplementasikan dalam setiap pelaksanaan tugas," ujar Syarifuddin.
Ia menambahkan, orientasi merupakan langkah awal bagi PPPK untuk memahami tugas dan fungsi kelembagaan sekaligus membangun karakter sebagai aparatur negara yang profesional, bertanggung jawab, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Sementara itu, Kepala Bagian Administrasi Bawaslu Provinsi Sulawesi Tengah, Darwis, menjelaskan bahwa orientasi tahun ini diikuti oleh 63 peserta yang berasal dari tujuh kabupaten dan kota, yakni Kota Palu, Kabupaten Sigi, Kabupaten Donggala, Kabupaten Morowali, Kabupaten Morowali Utara, Kabupaten Tojo Una-Una, dan Kabupaten Poso.
Menurut Darwis, orientasi merupakan bagian dari strategi pengembangan kompetensi ASN PPPK agar memiliki pemahaman yang utuh mengenai kelembagaan, tata kelola pemerintahan, budaya organisasi, serta penguatan integritas sebagai penyelenggara pengawasan pemilu.
"Keberhasilan organisasi tidak hanya ditentukan oleh regulasi yang baik, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas aparatur harus dilakukan secara berkelanjutan agar mampu menjawab tantangan organisasi yang terus berkembang," jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Sulawesi Tengah, Rahmat Fauzi Mursalin, mengatakan bahwa orientasi PPPK merupakan investasi jangka panjang dalam membentuk aparatur yang memiliki kompetensi, disiplin, etos kerja, serta komitmen terhadap pelayanan publik.
Ia berharap seluruh peserta mampu mengimplementasikan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama orientasi ketika kembali menjalankan tugas di unit kerja masing-masing.
"Ilmu dan pengalaman selama orientasi hendaknya menjadi bekal dalam meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat koordinasi, serta mendukung pelaksanaan tugas pengawasan yang profesional, akuntabel, dan berintegritas. Kami berharap seluruh peserta mampu menjadi motor penggerak perubahan di lingkungan kerja masing-masing," ujarnya.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup secara resmi oleh Pelaksana Harian (Plh.) Ketua Bawaslu Provinsi Sulawesi Tengah, Dewi Tisnawaty, S.H., M.H.
Dalam arahannya, Dewi menegaskan bahwa orientasi bukanlah akhir dari proses pembelajaran, melainkan awal dari perjalanan pengabdian sebagai Aparatur Sipil Negara di lingkungan Bawaslu.
Ia mengingatkan seluruh PPPK agar senantiasa menjaga integritas, loyalitas, disiplin, serta nama baik institusi dalam setiap pelaksanaan tugas.
"Sebagai ASN Bawaslu, saudara memiliki tanggung jawab untuk menjaga kehormatan dan nama baik institusi. Integritas harus menjadi landasan dalam setiap tindakan karena kepercayaan publik terhadap Bawaslu dibangun melalui profesionalisme seluruh aparatur yang bekerja di dalamnya," tegas Dewi.
Dewi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan orientasi, mulai dari narasumber, panitia, hingga seluruh peserta.
"Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh narasumber yang telah berbagi ilmu dan pengalaman, kepada panitia yang telah bekerja keras menyelenggarakan kegiatan ini, serta kepada seluruh peserta yang telah mengikuti setiap tahapan orientasi dengan penuh semangat dan kedisiplinan. Semoga seluruh ilmu yang diperoleh dapat diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari sehingga mampu memperkuat kelembagaan Bawaslu di masa mendatang," tuturnya.
Berakhirnya Orientasi PPPK Bawaslu Se-Sulawesi Tengah Kelas B Tahun 2026 menjadi awal perjalanan bagi para PPPK dalam mengemban amanah sebagai aparatur negara di lingkungan Bawaslu. Berbekal kompetensi, integritas, serta internalisasi nilai-nilai BerAKHLAK, para peserta diharapkan mampu menjadi ASN yang profesional, adaptif, dan berintegritas, sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat pengawasan pemilu yang demokratis, berkualitas, dan terpercaya.
Penulis : A.A.Lasenggo
Foto : R.Dinal